Siapa yang belum pernah mengurus SIM di Dirlantas Kalideres dan STNK di Samsat Jakarta Timur ?
Kalau belum pernah dan akan berurusan ke lokasi tersebut saya akan sampaikan beberapa informasi :
1. Dirlantas Kalideres :
- Parkiran luas, pelayanan cepat, ada pendingin udara dan ada air mineral gratis di ruang tunggu
- Di dalam gedung Dirlantas sudah tidak dijumpai yang menawarkan jasa perantara (di dalam hanya pemohon dan petugas)
- Meskipun petugas yang melayani ber-ulang2 kali menghimbau kepada pemohon SIM supaya segera masuk dan tidak menggunakan jasa perantara, tetap saja perantara masih dapat ditemui saat masuk pintu gerbang utama, petugas parkir motor, kantin, foto copy, dll...mereka terang2an menawarkannya dan biaya bervariasi, cara kerja mereka sungguh rapi, sbb :
- Bertugas sebagai pencari pemohon (bikin/perpanjang SIM)
- Bertugas membantu pemohon dengan mempersiapkan formulir pengajuan, mengarahkan pemohon harus ke loket mana saja dengan memberikan denah (maksudnya biar pemohon ngak kebingunan di dalam)
- Bertugas mengurus dokumen (oknum "polisi"/petugas kebersihan/admin) yang berinteraksi dengan petugas di dalam
- Pemohon diminta biaya dimuka beserta melampirkan KTP (copy/asli) dan SIM
- Biaya jasa perantara perpanjang sim A dan B dikenakan biaya Rp. 150-200.000 dengan waktu -/+ 30 menit, setelah pemohon mendapat pengarahan dari perantara, langsung mengarah ke loket asuransi, foto, tunggu hasil di rungan tunggu dan mengambil bukti asuransi....tanpa melalui tes kesehatan dan simulasi.
Pernah dapat informasi jika pemohon sim baru dipersulit saat ujian teori (mengulang bisa lebih dari 1x) dan biasanya oknum "polisi" akan mencoba membantu dengan kesepakatan biaya supaya mendapat sim.
Jika akan kesana mohon menggunakan sepatu dan membawa pensil 2B+pena (untuk bikin SIM)
2. Samsat Jakarta Timur :
- Kondisinya lebih parah dari pada Dirlantas Kalideres, didalam gedung masih banyak ditemui yang menawarkan jasa perantara dan suasana ramai
- Jika mengurus sendiri diperlukan kesabaran tinggi dan siap2 biaya siluman
- Biaya jasa perantara perpanjang stnk berkisar antara Rp. 10-30.000,- proses -/+ 30 menit dan balik nama/cabut berkas anatar Rp. 300-600.000
- Siapkan copy BPKB+STNK dan KTP+STNK asli
Nah..semua kembali ke rekan2....
Mau di urus sendiri, silakan...namun harus sabar menghadapi ulah oknum pegawai, siap2 biaya siluman, waktu lebih banyak dan kesabaran....
Mau lewat perantara, silakan....biaya sudah jelas, terima beres dan waktu cepat
Pilih yang mana ??? Silakan berikan komentar/pengalaman yang sudah pernah dilakukan....
Wednesday, November 21, 2007
Monday, September 3, 2007
Merawat ari-ari
Menjelang kelahiran Abel, aku kasak kusuk tanya ke orang tuaku dan rajin browsing mencari informasi merawat ari-ari, ari-ari ini akan keluar setelah bayi lahir dan merupakan cadangan makanan yang berupa gumpalan darah yang mengental. Dan dipercaya pula sebagai saudara kembar atau yang menjaga si bayi di dunia.
Sebagai orang Jawa maka saya memutuskan merawat dengan baik dan menanamnya/mengubur di halaman rumah, dengan perlengkapan sebagai berikut :
- Persiapan :
1. Wadah berupa kendil terbuat dari tanah liat beserta tutupnya yang diberi lubang untuk paralon/selang air
2. Kain putih untuk membungkus kendil (-/+ 50 cm)
3. Bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, kencur kunci, asam, garam, gula pasir, gula jawa, gula batu..yang artinya supaya si jabang bayi nanti besar murah senyum, bersih dan ringan tangan
4. Sebatang pensil yang diraut, buku tulis kecil, tulisan bahasa manca negara, kaca kecil, sisir kecil, benang, jarum, uang kerta Rp. 2000,-..yang artinya supaya si jabang bayi nanti besar bisa menjadi orang yang mempunyai wawasan luas, pintar, rajin dan hemat mengatur uang.
Perlengkapan diatas biasanya sudah tersedia di tempat penjual bunga atau jamu
5. Mempersiapkan lubang sedalam -/+ 50 Cm, ember yang diberi penerangan lampu 5 watt
- Selanjutnya :
1. Cuci bersih ari-ari dengan air mengalir dari pancuran dengan cuka dan garam berulang-ulang sampai bersih dari darah...supaya si jabang bayi tidak bau amis
2. Masukkan ari-ari ke dalam kendil dan semua perlengkapan diatas, bungkus dengan kain putih
3. Ayah bayi mandi besar dan memakai baju yang rapi, letakkan kendil kedalam lubang dengan tangan kanan..supaya nanti kalau besar rapi dan ganteng
4. Panjatkan doa dan harapan, kemudian tutup dengan tanah secara merata dan jangan lupa beri paralon/selang dilebihkan sedikit diatas tanah sebagai jalan udara.
5. Beri bunga telon dan tutup dengan ember yang sudah menggunakan lampu
6. Biarkan ari-ari tertutup ember dan lampu sampai 35 hari, setelah itu bersihkan dan beri tanda (batu) sebegai letak ari-ari
7. Letak penanaman ari-ari sebaiknya kalau anak laki di tempatkan sebelah kanan pintu rumah dan kalau anak perempuan di sebelah kiri pintu rumah. Tanam semua diatas di halaman depan...jangan di halaman belakang....biar nanti kalau sudah besar bisa menjadi pemimpin.
- Perawatan :
1. Sering-sering di lihat/tengok, apakah berubah posisi atau ada binatang yang mengganggu
2. Gantilah bohlam jika mati dan sering-sering diberi bunga min. 3 jenis
Sebagai orang Jawa maka saya memutuskan merawat dengan baik dan menanamnya/mengubur di halaman rumah, dengan perlengkapan sebagai berikut :
- Persiapan :
1. Wadah berupa kendil terbuat dari tanah liat beserta tutupnya yang diberi lubang untuk paralon/selang air
2. Kain putih untuk membungkus kendil (-/+ 50 cm)
3. Bumbu dapur : bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, kencur kunci, asam, garam, gula pasir, gula jawa, gula batu..yang artinya supaya si jabang bayi nanti besar murah senyum, bersih dan ringan tangan
4. Sebatang pensil yang diraut, buku tulis kecil, tulisan bahasa manca negara, kaca kecil, sisir kecil, benang, jarum, uang kerta Rp. 2000,-..yang artinya supaya si jabang bayi nanti besar bisa menjadi orang yang mempunyai wawasan luas, pintar, rajin dan hemat mengatur uang.
Perlengkapan diatas biasanya sudah tersedia di tempat penjual bunga atau jamu
5. Mempersiapkan lubang sedalam -/+ 50 Cm, ember yang diberi penerangan lampu 5 watt
- Selanjutnya :
1. Cuci bersih ari-ari dengan air mengalir dari pancuran dengan cuka dan garam berulang-ulang sampai bersih dari darah...supaya si jabang bayi tidak bau amis
2. Masukkan ari-ari ke dalam kendil dan semua perlengkapan diatas, bungkus dengan kain putih
3. Ayah bayi mandi besar dan memakai baju yang rapi, letakkan kendil kedalam lubang dengan tangan kanan..supaya nanti kalau besar rapi dan ganteng
4. Panjatkan doa dan harapan, kemudian tutup dengan tanah secara merata dan jangan lupa beri paralon/selang dilebihkan sedikit diatas tanah sebagai jalan udara.
5. Beri bunga telon dan tutup dengan ember yang sudah menggunakan lampu
6. Biarkan ari-ari tertutup ember dan lampu sampai 35 hari, setelah itu bersihkan dan beri tanda (batu) sebegai letak ari-ari
7. Letak penanaman ari-ari sebaiknya kalau anak laki di tempatkan sebelah kanan pintu rumah dan kalau anak perempuan di sebelah kiri pintu rumah. Tanam semua diatas di halaman depan...jangan di halaman belakang....biar nanti kalau sudah besar bisa menjadi pemimpin.
- Perawatan :
1. Sering-sering di lihat/tengok, apakah berubah posisi atau ada binatang yang mengganggu
2. Gantilah bohlam jika mati dan sering-sering diberi bunga min. 3 jenis
Anakku Laki-laki
Saat namaku dipanggil dan diberi selamat oleh dokter dengan ucapan :
"Selamat, anak anda laki2, sehat, lengkap dan ibunya sehat"
...terasa ringan beban di pundakku..duch aku jadi Bapak... Puji Syukur Kepada Yang Maha Pencipta tak putus kuucapkan atas karunia yang dilimpahkan...
Tak lama kemudian seorang suster keluar dari kamar operasi dan mendorong satu unit tempat tidur dorong bayi yang terlindung dengan bahan fiber glass....di dalamnya terdapat bayi yang tampan dengan sorot mata tajam ke arahku...sampai aku menitikkan air mata bahagia....kami beri nama Abel Fathi Adhyacesaro...semoga orang tuamu ini dapat merawat titipan dari Yang Maha Pencipta...
"Selamat, anak anda laki2, sehat, lengkap dan ibunya sehat"
...terasa ringan beban di pundakku..duch aku jadi Bapak... Puji Syukur Kepada Yang Maha Pencipta tak putus kuucapkan atas karunia yang dilimpahkan...
Tak lama kemudian seorang suster keluar dari kamar operasi dan mendorong satu unit tempat tidur dorong bayi yang terlindung dengan bahan fiber glass....di dalamnya terdapat bayi yang tampan dengan sorot mata tajam ke arahku...sampai aku menitikkan air mata bahagia....kami beri nama Abel Fathi Adhyacesaro...semoga orang tuamu ini dapat merawat titipan dari Yang Maha Pencipta...
Tuesday, August 21, 2007
Hujan ?
Siapa sich yang ngak senang kalau hawa/cuaca yang kering kerongtang menjadi sejuk karena tersiram hujan ? Namun bagi para "biker" hujan bisa menjadi hal menyebalkan...coba bayangkan jika hujan turun di pagi hari saat kita akan berangkat kantor...wuih..harus ada acara dandan dulu, mengunakan jas hujan dan rain shoes...ech sampai kantor baju dan celana tetap basah...hik3x....terpaksa dech sedikit kedinginan...
Jadi sering2 cuci motor...sering memperhatikan langit ada mendung atau tidak....yang penting tetap hati-hati dan waspada.
Sekarang ini musim kemarau atau sudah musim hujan sich.....hujan sering datang tak kenal waktu...
Apakah ada tips dari teman2 saat mengahadapi hujan ?
Jadi sering2 cuci motor...sering memperhatikan langit ada mendung atau tidak....yang penting tetap hati-hati dan waspada.
Sekarang ini musim kemarau atau sudah musim hujan sich.....hujan sering datang tak kenal waktu...
Apakah ada tips dari teman2 saat mengahadapi hujan ?
Persiapan....
Bulan Agustus rupanya merupakan bulan yang penuh dengan persiapan-persiapan...diantaranya :
- Persiapan menyambut kelahiran anak pertama..
- Persiapan kegiatan kantor ke luar kota
- Persiapan touring Jamnas Thunder di Jogjakarta...
Hampir pusing kepala saya memikirkannya....hati kecil saya berteriak "touring saja ke Jogja"...namun akhirnya keinginan ini tidak terlaksana, kegiatan kantor tetap di laksanakan di Jatiluhur dan masih bisa siaga menyambut kelahiran si kecil....diselingi pula membantu rekan-rekan TCI dari luar kota yang akan ke Jogja dengan transit dulu di Tangerang, Jakarta dan Bekasi...
- Persiapan menyambut kelahiran anak pertama..
- Persiapan kegiatan kantor ke luar kota
- Persiapan touring Jamnas Thunder di Jogjakarta...
Hampir pusing kepala saya memikirkannya....hati kecil saya berteriak "touring saja ke Jogja"...namun akhirnya keinginan ini tidak terlaksana, kegiatan kantor tetap di laksanakan di Jatiluhur dan masih bisa siaga menyambut kelahiran si kecil....diselingi pula membantu rekan-rekan TCI dari luar kota yang akan ke Jogja dengan transit dulu di Tangerang, Jakarta dan Bekasi...
Monday, June 4, 2007
Disadur dari milis sebelah...
MIMPI ANAK JADI NAGA
Oleh : Joseph LandRi
[belajar sampai ke negeri China]
Bimbinglah anak kita untuk memiliki sifat-sifat air. Tiga sifat utama air adalah Berguna (Menumbuhkan), Luwes (Flexible), dan Tegas (Kuat bukan keras). Kalau anak memiliki sifat-sifat ini, pasti ia akan sukses dan bahagia dalam kehidupanya di masyarakat.
Sejak Dini, Ajarilah Anak Sifat Air : Nurturing, Flexible, dan Firm
Sifat-sifat air ini harus mulai diajarkan kepada anak sedari ia kecil. Hal ini juga harus terus-menerus diajarkan lewat contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kita semua sadari, apa sih tujuan hidup kalau bukan untuk menjadi bahagia dan berguna, apalagi berguna bagi orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu, ajarilah anak kita untuk selalu ingat bahwa hal utama dalam hidup ini adalah jangan membuat orang lain susah, pada akhirnya kita akan merasa bahagia juga.
Sifat air yang baik untuk diambil dan diterapkan yaitu:
Nurturing (mengasuh). Air adalah pengasuh kehidupan. Kalau tidak ada air, tumbuh-tumbuhan akan layu dan mati, manusia akan kehausan dan mati. Air sangat berguna bagi kehidupan. Maka, kita harus mengajari anak untuk berusaha menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Kalau anak menjadi orang yang berguna, pasti banyak orang yang menyukai dan menghargainya. Pada akhirnya, ia akan merasa bahagia karena merasa berarti dan dibutuhkan. Hidup jadi tidak sekadar tumbuh dewasa, tua, dan akhirnya meninggal. Ingat, arti hidup jauh lebih dalam dari pada itu!
Flexible (luwes atau mudah bergaul). Hal ini merupakan salah satu sifat air yang luar biasa. Karena cair, air bisa masuk ke mana saja dan menyesuaikan bentuk di sana . Kita harus mengajari anak untuk bersikap luwes dan mudah bergaul karena hal itu akan mempermudah hidupnya saat ia dewasa dan terjun ke masyarakat. Namun, jangan menyalahartikannya dengan plin plan. Flexible bukan berarti tidak punya pendirian, tetapi mudah beradaptasi. Yang merupakan faktor keberhasilan bukan hanya kecerdasan, tetapi juga kecakapan emosi, yang salah satunya dibuktikan dengan kemampuan bersikap luwes serta mudah bergaul.
Firm (tegas dan kuat tetapi bukan keras). Sifat ketiga ini harus diterjemahkan dengan hati-hati karena tegas dan kuat berbeda dengan keras. Kita harus mengajari anak untuk bersikap tegas, tetapi tidak keras, dalam mejaga prinsip. Misalnya, dalam pergaulan, anak harus bisa menolak kalau diajak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsipnya, seperti menggunakan narkoba atau ikut tawuran. Namun, tidak berarti anak harus sama sekali menghindari pergaulan supaya tidak diajak melakukan hal seperti itu. Tindakan ekstrem seperti itu justru akan memberikan dampak negatif kepada si anak.
Mudah-mudahan, ketiga sifat air ini bisa menjadi bekal kesuksesan dan kebahagiaan anak kita di kemudian hari.
Wednesday, May 30, 2007
Touring Jakarta-Jambi pp
Ini perjalanan saya bersama rekan2 TCI yang paling jauh, sekitar 2000 Km pp....seperti biasa saya mempersiapkan motor, spare part, cuti kantor 2 hari dan istirahat cukup H-3, informasi dari awal bahwa touring ini atas kehendak Om Farhan dengan Suzuki akan mengadakan bakti sosial ke suku anak dalam, namun dikarenakan sesuatu hal rencana ini batal. Kami dari TCI tetap melakukan touring sesuai agenda yang sudah ada, tanggal 5 April 07 kami berkumpul di Gedung Indomobil MT Haryono Jakarta, dari sekian banyak rekan2 yang hadir dan mendaftar untuk ikut, ternyata yang benar2 touring adalah 18 motor (5 motor sampai Bandar Lampung, 9 motor tujuan Jambi dan 3 langsung ke Titik 0 Sabang). Pukul 23.30 WIB rombongan berangkat diiringi lambaian P' Toto dan rekan2 (TCI dan Mio).
Lain-lain :
- Bbm menggunakan premium, @ 10 liter x 5 kali
- Lama perjalanan satu arah Jkt-Jambi, 1 hari 2 malam
- Jarak Jkt-Merak = 110 Km, Lampung-Palembang = 450 Km, Palembang-Jambi = 300 Km
- Biaya penyeberangan, motor+pengendara @ Rp. 24.000 x 2 kali
- Biaya makan dan penginapan, sudah disediakan rekan2
Tanggal 6 April 07 pukul 07.00 WIB rombongan disambut oleh rekan2 FTCL (Bangkahuni), LASSAC (Bandar Lampung) dan MOSSCY (Metro). Sebanyak 12 motor dan MOSSCY melanjutkan ke Metro dan 5 motor TCI (bro Natres, bro Budi, bro Budi senior, bro Andy, bro Afdal) tinggal di Bandar Lampung. Ini merupakan touring paling kenyang yang saya pernah alami, bagaimana tidak, dari Bangkahuni sampai Metro kami disuguhi hidangan nasi bungkus...alamak mata jadi berat...Rombongan sempat berhenti lama di Seibanyak (Lampung Utara) karena bro Indra Kutank mengalami masalah gir depan lepas yang sebelumnya di repotkan salah analisa slip kanvas kopling dan mencari spare part. Rombongan bergerak kembali pukul 16.00 WIB dengan tujuan Palembang, sekitar pukul 20.00 WIB bro Ijul jatuh saat rombongan menghindari jalan rusak dan dapat melanjutkan perjalan kembali. 
Tanggal 7 April 07 sampai Palembang pukul 10.00 WIB yang sebelumnya sarapan duku Rp. 2000/kg di Kayu Agung....he3x...padahal di Jakarta bisa Rp. 8000/Kg, kemudian sowan ke tempat bro Amir (TeCePe), bertemu pula dengan rombongan bro Zulux (S2W) yang pernah satu rombongan dalam touring ke Jogja. Perjalanan dilanjutkan pukul 14.00 WIB dengan tujuan Jambi, sesuai arahan bro Jossi bahwa rute ini melelahkan karena banyak jalan rusak dan jarang ada spbu. Rombongan sampai di Jambi pukul 22.0 WIB disambut oleh bro Budi (TAJAM) dengan hidangan soto yang dilalap habis dengan penutup stmj dan langsung tidur pulas di base camp TAJAM.
Tanggal 8 April 07 kami masih di Jambi dengan kegiatan steam motor, rolling ke Candi Muaro Jambi dan cuci mata di kota dengan minuman es tebu....disana ada Ancol juga lho, tapi tidak seperti di Jakarta, Ancol disana adalah kawasan keramaian dipinggir sungai Batanghari dengan beraneka ragam aktifitas.
Tanggal 9 April 07 kami service motor di Jambi dan pukul 14.00 WIB peserta terpecah menjadi 2 tujuan 3 motor menuju titik 0 Sabang (bro Emil, bro Michael, bro David) dan 9 motor (saya, bro Eko, bro Jossi, bro Taufik, bro Indra Kutank, bro Anton, bro Ijul, bro Setya, bro Tommy) melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta dengan rute yang sama saat menuju Jambi. Perjalanan kami lalui tanpa hambatan, kami mampir sebentar di jembatan Ampera pukul 20.00 WIB dan sempat kepergok bro Amir dkk (TeCePe), akhirnya kami diantar sampai perbatasan dan langsung menuju Tulang Bawang, sempat istirahat di spbu.
Tanggal 10 April 07 pukul 10.00 WIB sempat gas pol dan bergaya layaknya Stoner diatas lintasan GP dengan menempelkan perut ke tangki bbm saat melintas perkebunan tebu di daerah Tulang Bawang-Way Kambas dan baru kali ini kecepatan thunder saya bisa menyentuh angka 115 Kmj. Kami memutuskan lewat jalur timur tanpa mampir Bandar Lampung dengan kondisi jalan sedikit rusak.
Pukul 21.00 WIB kami merapat di Merak, duch senangnya sudah sampai pulau Jawa...kami memutuskan makan malam di Cilegon dan sempet terserang kantuk berat di daerah Serang akibat makan malam dengan lauk kangkung....akhirnya istirahat di sebuah spbu.
Tanggal 11 April 07 pukul 01.00 WIB kami tiba di Jakarta dan peserta menuju rumah masing2, saya istirahat dan pukul 09.00 WIB sudah ada di kantor....masih terbayang crita2 lucu dan suasana perjalan yang penuh dengan lubang yang tidak sempat kami hindari.
Touring yang saya ikuti merupakan turing istimewa, dimana kami disambut hangat oleh rekan2 di kota-kota sesuai rute yang kami lalui dan dukungan sponsor sehingga bbm Jakarta-Jambi pp aman terkendali.
Akhirnya saya mempunyai kesempatan berkunjung ke tempat bro2 yang ada di Sumatra yang mungkin tidak terulang kembali...thx sekali lagi buat FTCL, LASSAC, MOSSCY, TAJAM atas sambutannya dan thx pula buat Om Farhan, Insto, Suzuki Jambi atas dukungannya.
Tanggal 7 April 07 sampai Palembang pukul 10.00 WIB yang sebelumnya sarapan duku Rp. 2000/kg di Kayu Agung....he3x...padahal di Jakarta bisa Rp. 8000/Kg, kemudian sowan ke tempat bro Amir (TeCePe), bertemu pula dengan rombongan bro Zulux (S2W) yang pernah satu rombongan dalam touring ke Jogja. Perjalanan dilanjutkan pukul 14.00 WIB dengan tujuan Jambi, sesuai arahan bro Jossi bahwa rute ini melelahkan karena banyak jalan rusak dan jarang ada spbu. Rombongan sampai di Jambi pukul 22.0 WIB disambut oleh bro Budi (TAJAM) dengan hidangan soto yang dilalap habis dengan penutup stmj dan langsung tidur pulas di base camp TAJAM.

Tanggal 8 April 07 kami masih di Jambi dengan kegiatan steam motor, rolling ke Candi Muaro Jambi dan cuci mata di kota dengan minuman es tebu....disana ada Ancol juga lho, tapi tidak seperti di Jakarta, Ancol disana adalah kawasan keramaian dipinggir sungai Batanghari dengan beraneka ragam aktifitas.
Tanggal 9 April 07 kami service motor di Jambi dan pukul 14.00 WIB peserta terpecah menjadi 2 tujuan 3 motor menuju titik 0 Sabang (bro Emil, bro Michael, bro David) dan 9 motor (saya, bro Eko, bro Jossi, bro Taufik, bro Indra Kutank, bro Anton, bro Ijul, bro Setya, bro Tommy) melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta dengan rute yang sama saat menuju Jambi. Perjalanan kami lalui tanpa hambatan, kami mampir sebentar di jembatan Ampera pukul 20.00 WIB dan sempat kepergok bro Amir dkk (TeCePe), akhirnya kami diantar sampai perbatasan dan langsung menuju Tulang Bawang, sempat istirahat di spbu.
Tanggal 10 April 07 pukul 10.00 WIB sempat gas pol dan bergaya layaknya Stoner diatas lintasan GP dengan menempelkan perut ke tangki bbm saat melintas perkebunan tebu di daerah Tulang Bawang-Way Kambas dan baru kali ini kecepatan thunder saya bisa menyentuh angka 115 Kmj. Kami memutuskan lewat jalur timur tanpa mampir Bandar Lampung dengan kondisi jalan sedikit rusak.
Pukul 21.00 WIB kami merapat di Merak, duch senangnya sudah sampai pulau Jawa...kami memutuskan makan malam di Cilegon dan sempet terserang kantuk berat di daerah Serang akibat makan malam dengan lauk kangkung....akhirnya istirahat di sebuah spbu.Tanggal 11 April 07 pukul 01.00 WIB kami tiba di Jakarta dan peserta menuju rumah masing2, saya istirahat dan pukul 09.00 WIB sudah ada di kantor....masih terbayang crita2 lucu dan suasana perjalan yang penuh dengan lubang yang tidak sempat kami hindari.
Touring yang saya ikuti merupakan turing istimewa, dimana kami disambut hangat oleh rekan2 di kota-kota sesuai rute yang kami lalui dan dukungan sponsor sehingga bbm Jakarta-Jambi pp aman terkendali.
Lain-lain :
- Bbm menggunakan premium, @ 10 liter x 5 kali
- Lama perjalanan satu arah Jkt-Jambi, 1 hari 2 malam
- Jarak Jkt-Merak = 110 Km, Lampung-Palembang = 450 Km, Palembang-Jambi = 300 Km
- Biaya penyeberangan, motor+pengendara @ Rp. 24.000 x 2 kali
- Biaya makan dan penginapan, sudah disediakan rekan2
Subscribe to:
Posts (Atom)
